Kenapa Musti Bersedih ¿
Baru beberapa hari aku ditempat baru rasanya sudah lama sekali, mungkin karena masih ‘home sick’ kali ya, g tau jg. Tapi bener-bener hari itu aku merasa sangat jauh dengan orang-orang yang ku sayangi.
Pengen curhat, mo ngomong ke sapa y ¿ ntahlah aku seperti kehilangan arah, lupa akan tujuan aku dating ke tempat ini –ayolah ada g y yg ingetin-, ku coba mengadu kepadaNYA tapi malah peluhku mengalir membasahi pipiku, saat itu kalo di kamar bisa lebih puas kali -inginq- tapi masih di tempat umum so kutahan-tahan agar tak keluar tapi malah sesak aku rasakan. Kenapa ya aku tidak langsung isa tinggal ditempat baru?
Aku takut klo aku g bisa mengatur diriku, mengatur inginku dan mengatur emosiku. Aku takut ‘lari’ yup lari ke hal yang enggak-enggak. Aku takut mengecewakan orang yang sudah menaruh harapan padaku, yang sudah banyak berpesan kepadaku, ‘nak hati-hati yo’,’disana jaga diri y’, dan masih banyak pesan yang terngiang, aku takut lupa diri, takut tak bisa jaga diri, takut kecewakan mereka semua orang-orang yang aku sayangi.
Tapi aku teringat setiap garis ato jalan yang telah dibuatNYA tentu ada ‘rambu-rambunya’, ada tempat singgahnya, tempat mengisi energi dan tempat beristirahat. Jadi kenapa musti berontak, kenapa musti melawan, yuuk syukuri semua yang ada, yang kita singgahi, yang kita miliki. Dan semoga DIA selalu menuntun kita untuk menyusuri jalanNYA dengan tetap bersabar dan istiqomah, dan semoga kita sampai ke tempat tujuan yang seharusnya. Karena kita tidak sendiri melewati jalan ini. Ada teman seperjalanan yang bisa diajak untuk berbagi dan member i,
so don’t give up
my star get rising brightly
^_^
